Selasa, 30 April 2013

STRUKTUR BUAH dan BIJI


BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Akar, batang, daun, serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan-bahan yang diserap menjadi bahan-bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupanya, pernafasan, pertumbuhan, tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetatif (Mulyani, 2006).
Sebelum tumbuhan mati, biasannya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Salah satu alat perkembangbiakan pada tumbuhan yakni dengan perkembangbiakan generatif yang mana nantinya akan dihasilkan alat perkembangbiakan atau biasa juga disebut bunga. Dan dari bunga nantinya akan dihasilkan suatu organ yang berupa buah sebagai hasil dari bunga yang tadi. Dalam buah sendiri terdapat biji sebagai inti dari buah yang mana ini nantinya akan berguna sebagai bakal calon tanaman baru. Sehingga menarik sekali dalam mempelajari tentang struktur dari buah dan biji ini untuk kita jadikan sebagai panduan dalam memperbanyak tanaman melalui biji (Mulyani, 2006).
Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling kurang 2 bagian yaitu:
1.      Embrio (need), terbentuk atau berasal dari telur yang dibuahi (zygote) dengan mengalami pebelahan sel di dalam embrio.
2.      Kulit biji (testa) terbentuk atau berasal dari integument (satu atau lebih) dari ovule  (Kartasapoetra, 2003).


1.2  Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan dapat menggambarkan bagian-bagian buah dan biji, serta mahasiswa praktikan mampu membedakan biji dikotil dan monokotil dan memahami komponen penyusun masing-masing tipe biji.















BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Buah (Fructus)
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu :
1.            Buah semu atau buah tertutup, yaitu buah terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain bunga, yang perlahan menjadi bagian utama buah ini, sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
2.            Buah sungguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti (Tjitrosoepomo, 1985).
·       Buah Semu
Buah semu dapat dibedakan atas :
1.            Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
2.            Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan  merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3.            Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi   seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka  (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini (Tjitrosoepomo, 1985).
·       Buah Sejati
Buah sejati terdapat 3 golongan, yaitu :
1.      Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan, misalnya Buah mangga, buah papaya, buah durian.
2.      Buah sejati ganda, terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi satu buah, misalnya pada cempaka (Michelia champaka Bail.).
3.      Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya tampak seperti buah saja, misalnya pada pandan (Pandanus tectorius Sol.) (Rifai, 1976).

2.2 Biji (Semen)
Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusar umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja. Salut biji ada yang :
1.            Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian (Durio zibethinus Murr), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.).
2.            Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan lainnya, antara lain sebagai bahan obat (Rifai, 1976).
Bagian-Bagian Biji
Bagian-bagian biji dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: bagian dasar biji dan bagian non dasar biji.
Bagian-bagian dasar biji
1.      Embrio
Adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang berkembangnya sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut : epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon.
Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan pada kelas Gymnospermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2 kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.


2.      Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotiledon, misalnya pada kacang-kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan merupakan endospermnya. Perisperm, misal pada famili Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae, Gametophytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi mengandung banyak karbohidrat.
3.      Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji
Sisa-sisa nucleus dan endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan dikotiledon dimana pada : Sub kelas monokotiledon : cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan dikecambhakan serta telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum. Sub kelas dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh kacang-kacangan, bunga matahari dan labu (Sutopo, 2002).

BAB III. PROSEDUR PRAKTIKUM
3.1  Alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :
a.      Kertas tissue                                       d. Pisau cutter
b.     Buku gambar                                      e. Alat dokumentasi
c.      Pensil                                                 

3.2  Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
a.      Buah pear, tomat,  jeruk nipis, dan timun utuh
b.     Biji kedelai, kacang tanah, padi dan jagung

3.3  Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah :
-        Pengamatan struktur buah
a.      Buah yang telah di persiapkan kemudian di bagi menjadi 3 bagian
b.     Bagian pertama adalah buah utuh, bagian kedua adalah buah yang dipotong secara membujur dan bagian ketiga adalah buah yang dipotong secara melintang.
c.      Mengamati  struktur dan morfologi ketiga bagian buah tersebut kemudian digambarkan di buku gambar.

-        Pengamatan struktur  biji
a.      Benih yang telah dipersiapkan direndam alam air aquades selama 1-2 jam
b.     Setelah dikeluarkan dari air rendaman, biji dikeringkan dengan kertas tissue
c.      Kemudian gambar morfologi luarnya
d.     Benih jagung dan padi dipotong secara membujur melewati embryo nya dan di amati sen cara visual lalu di gambar di buku gambar
e.      Benih kacang tanah dan kedelai dipotong melintang dan digambar bagian-bagiannya.












BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Hasil Pengamatan Biji dan Buah
Nama Biji/ Buah
Tipe Biji/ Buah
Struktur
Biji Jagung
Monokotil
Seed coat, endosperm, koleoptil, plumule, radicle, coleorhiza dan embrio.
Biji Kacang Tanah
Dikotil
Seed coat, cotyledon, plumule, radicle embrio.
Biji Kedelai
Dikotil
Seed coat,  cotyledon, radicle, epikotil, hipokotil, embrio.
Biji Padi
Monokotil
Lemma, palea, embrio, plumule, radicle, endosperm.
Buah Pear
Dikotil
Eksokarp, mesokarp, endocarp, biji.
Buah Tomat
Dikotil
Eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, culumella, plasenta, fumiculus.
Buah Jeruk Nipis
Dikotil
Eksokarp, mesokarp, endocarp, biji, carpel, poros tengah.
Buah Timun
Dikotil
Eksokarp, mesokarp, endocarp, biji.



4.2 PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan, didapatkan berbagai struktur yang terdapat pada tumbuhan, yaitu struktur biji dan struktur buah. Bagian-bagian tumbuhan khususnya buah dan biji, tentu memiliki struktur dan bagian-bagian yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Bagian tumbuhan yang telah diamati adalah bagian struktur biji. Bagian-bagian biji mulai dari bagian yang paling luar adalah kulit biji, selanjutnya lebih ke dalam terdapat endosperm yang merupakan cadangan bagi embrio, dan embrio yang merupakan bakal dari tanaman baru. Bahan-bahan dari praktikum ini yang berupa biji adalah biji jagung, padi, kedelai, dan biji kacang tanah. Bagian-bagian dari biji yang diamati di atas dapat dilihat di lampiran
Bagian tumbuhan selanjutnya adalah buah. Buah memiliki bagian yang disebut sebagai perikarp, yaitu dinding buah yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga. Perikarp ini dibagi ke dalam beberapa lapisan yaitu, lapisan paling luar yang disebut exocarp atau epikarp, lapisan pada bagian tengah yang disebut mesocarp, dan lapisan paling dalam yang disebut endocarp.








BAB V . PENUTUP
A.  Kesimpulan
Bardasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan, maka kami berkesimpulan bahwa:
1.    Buah merupakan bagian dari tumbuhan yang sangat penting. Buah dapat disamakan dengan sumbu tubuh dari tumbuhan.
2.    Adapun fungsi dari buah diantaranya yaitu tempat terbentuknya embryo yang merupakan calon tumbuhan baru, yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
3.    Buah pada suatu tumbuhan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu buah sejati (fructus nudus) dan buah semu (fructus spurius). Buah sejati (fructus nudus) merupakan buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau yang paling banyak padanya terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, selain itu, umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus. Contohnya adalah buah tomat, jeruk nipis dan timun. Sedangkan buah semu (spurius) merupakan buah yang mana buahnya tersebut justru bagian dari bunga yang telah berubah sedemikian rupa, sehingga menjadi  bagian buah yang sanagt penting. Contoh dari buah semu yaitu buah pear.
B. Saran
Disarankan agar dalam pengamatan di lakukan dengan baik dan teliti, juga dalam melakukan pemotongan buah terutama biji dilakukan dengan hati-hati agar saat mengamati struktur buah dan biji mudah dilakukan.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2013. Struktur buah. http//:www.wikipedia.com.
Anonim, 2013. Strukturdan type  buah. http//:www.wikipedia.com.
Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Kartasapoetra, Ance G. 2003. Teknologi Benih. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
Sutopo, Lita. 1998. Teknologi Benih. Rajawali Pers. Jakarta.
Anonimus. Struktur Biji. 20de.wordpress.com.
Hariana, A. 2005. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. PT. Penebar Swadaya. Depok.
Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih. Rineka Cipta. Jakarta.
Mulyani, dkk. 2006. Ramuan Tradisional untuk Penderita Asma. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rifai. 1976. Keanekaragaman Tumbuhan. UM press. Malang.
Sastrosayono, S. 2003. Budidaya Kelapa Sawit . Penerbit PT Agro Media Pustaka. Jakarta Selatan.
Semutuyet. 2012. Morfologi Biji.http://semutuyet.blogspot.com/2012/06/morfologi-biji.html/, 03 Juli 2012 Pukul 09.40 WITA.
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian UNBRAW. Malang.
Syamsulbahri. 1996. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. UGM Press. Jakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada  Press. Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar